Kamis, April 19, 2012

SEJARAH DAKWAH PERIODE MADINAH

A.   Sejarah Dakwah Rasulullah Periode Madinah

Ada beberapa peristiwa penting tentang hijrah Rasulullah SAW. Ke Madinah yang dapat kita ambil.

1.      Tersebarnya berita tentang masuk Islamnya sekelompok penduduk Yasrib (Madinah). Hal itu membuat orang kafir Quraisy makin meningkatkan tekanan terhadap orang-orang mukmin di Mekah. Kemudian, Rasulullah SAW. Memerintahkan kaum mukminin agar hijrah ke Kota Madinahsecara diam-diam agar tidak dihadang oleh musuh. Namun, Umar Bin Khatab justru mengumumkan terlebih dahulu rencananya untuk berangkat hijah kepada orang-orang kafir Mekah. Ia berseru,”Siapa di antara kalian yang bersedia berpisah dengan ibunya, silakan hadang aku. Aku akan berangkat hijrah besok pagi.” Tidak seorang pun berani menghadang Umar. 

2.      Rencana pembunuhan terhadap Rasulullah. Setelah mengetahui kaum muslimin Mekah yang hijrah disambut baik dan mendapat penghormatan dari penduduk Madinah, kaum kafir Quraisy bermusyawarah di Darun Nadwah. Mereka merumuskan cara untuk mmebunuh Rasulullah. Hasil musyawarah memutuskan untuk mengumpulkan seorang algojo dari setiap kabilah guna melaksanakan rencana tersebut. Pertimbangannya adalah keluarga besar Rasulullah (Bani Manaf) tidak akan berani berperang melawan semua suku yang telah mengutus algojonya. Satu-satunya pilihan yang mungkin diambil oleh Bani Manafadalah rela menerima diat (denda pembunuhan) atas terbunuhnyaMuhammad SAW.

3.      Pelaksanaan rencana pembunuhan terhadap diri Rasulullah. Para algojo yang ditunjuk segera berkumpul di sekeliling rumah beliau. Mereka mendapat instruksi, “Keluarkan Muhammad dari rumahnya dan langsung penggal tengkuknya dengan pedangmu!”

Pada malam pengepungan itu, Rasulullah tidak tidur. Beliau memerintahkan dua hal terhadap Ali Bin Abi Thalib, yaitu agar ia tidur di tempat tidur beliau dan menyerahkan kembali semua harta titipan penduduk Mekh yang ada di tangan beliau kepada para pemiliknya. Kehendak Allah ternyata berbeda. Meskipun rumah Rasulullah dikepung sedemikian rupa, beliau dapat keluar dari rumahnya tanpa diketahui oleh seorang pun dari algojo itu. Beliau pergi menuju rumah Abu Bakar As-Sidiq yang sudah menyiapkan tunggangannya. Abu Bakar menyewa Abdullah Bin Uraiqit Ad-Daili untuk menunjukkan jalan yang tidak biasa dilalui orang menuju Madinah.

4.      Rasulullah dan Abu Bakar berangkat pada hari Kamis tanggal 1Rabiul Awal tahun ke-53 dari kelahiran Rasulullah. Keberangkatan beliau bersama Abu Bakar menuju Madinah hanya diketahui oleh Ali dan keluarga Abu Bakar. Mereka berangkat bersama penunjuk jalan menyusuri Gua Tsur, Abdullah bin Uraiqit disuruh kembali secepatnya guna menyampaikan pesan rahasia Abu Bakar kepada putranya, Abdullah.

Tiga malam lamanya Rasulullah dan Abu Bakar bersembunyi di gua itu. Setiap malam mereka ditemani oleh Abdullah bin Abu Bakar yang bertindak sebagai pengamat situasi dan pemberi informasi.

5.      Lolosnya Rasulullah dari kepungan yang ketat itu membuat kalangan Quraisy kebingunan mencari. Sepanjang jalan Mekah-Madinah dilacak. Namun, mereka gagal menemukan beliau. Kemudian mereka menyusuri jalan Yaman-Madinah. Mereka menduga Rasulullah pasti bersembunyi di Gua Tsur. Setibanya tim pelacak itu di sana, alangkah bingungnya mereka ketika melihat mulut gua itu tertutup jaring laba-laba dan sarang burung. Itu pertanda tidak ada orang yang masuk ke gua itu. Mereka tidak dapat melihat apa yang ada dalam gua, tetapi orang yang di dalamnya dapat melihat jelas rombongan yang berada di luar. Waktu itu Abu Bakar merasa khawatir terhadap keselamatan Rasulullah. Beliau menenangkan Abu Bakar dengan mengatakan, “Wahai Abi Bakar, kita ini berdua dan Allahlah yang ketiga”.

6.      Upaya kafir Quraisy membunuh Rasulullah tidak pernah berhenti. Kalangan kafir Quraisy mengumumkan kepada seluruh kabilah, “Siapa saja yang dapat menyerahkan Muhammad dan kawannya (Abu Bakar) kepada kami hdup atau mati, ia akan diberikan hadiah yang bernilai besar”. Bangkitlah Suraqah bin Ja`syam mencari dan mengerjar Rasulullah dan dengan Abu Bakar dengan harapan akan menjadi hartwam singkat.

Dengan ketangguhannya menaiki kuda, Suraqah mampu menyusul Muhammad dan Abu Bakar. Ketika Surawah sudah begitu dekat dengan beliau, tiba-tiba tersungkurlah kuda yang ditunggangi Suraqah, sementara pedang yang telah diayunkan ke arah beliau tetap terhunus di tangannya. Tiga kali Suraqah mengalami peristiwa itu sehingga tidak terlaksana niat jahatnya. Kemudian, ia menyarungkan pedangnya dalam keadaan diliputi perasaan kagum dan yakin. Ia sedang berhadapan dengan rasul Allah. Suraqah meminta agar beliau berjanji akan memberina hadiah berupa gelang kebesaran raja-raja. Kemudian, Suraqah kembali ke Mekah dengan berpura-pura tidak menemukan seseorang dan tak pernah mengalami kejadian apapun.

7.      Sambutan masyarakat Madinah kepada Rasulullah dan Abu Bakar. Beliau berdua tiba di Madinah pada tanggal 12 Rabiulawal. Kedatangan beliau telah dinanti-nantikan oleh masyarakat Madinah. Mereka berkerumun di jalanan sepanjang pagi hingga tengah hari. Begitulah penantian mereka selama beberapa hari sebelum kedangan Rasulullah. Saat Raulullah dan Abu Bakar datang, masyarakat Madinah sudah menunggu.  Bahkan mereka mengelukan Rasulullah dengan nyanyian yang sengaja digubah khusus untuk menyambut kedatangan beliau.

8.      Masjid merupakan sarana yang paling penting dalam pengembangan Islam. Sebelum Madinah, Rasulullah singgah di Kuba, disinilah beliau membangun masjid yang pertama dalam sejarah Islam. Saat meneruskan perjalanan ke Madinah, Rasulullah tiba di perkampungan Bani Salim bin Auf persis pada waktu sholat Jum`at. Inilah sholat jum`at pertama dalam Islam.

9.      Memperkuat ukhuwah Islamiah. Untuk membangun kekuatan umat Islam di Madinah, Rasulullah mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshor.

10.  Membangun Kota Madinah dengan melibatkan semua komunitas di dalamnya. Rasulullah merumuskan piagam yang berlaku bagi seluruh muslimin dan orang-orang Yahudi. Piagam inilah yang oleh Ibnu Hisyam, disebut sebagai Undang-Undang Dasar Negara dan pemerintahan Islam yang pertama. Isinya mencakup tentang peri kemanusiaan, keadian sosial, toleransi beragama, dan gotong royong untuk kebaikan masyrakat. Dasar-dasar tersebut ditunjang oleh dua kekuatan yaitu kekuatan spiritual dan material. Kekuatan spiritual meliputi keimanan seluruh anggota masyarakat kepada Allah dan keimaman akan pengawasan dan perlindungannya bagi orang yng bai dan konsekuen. Kekuatan material adalah kepemimpinan negara yang tercerminkan oleh Rasulullah.

 

B.   Keteladanan Rasulullah SAW. dalam membina umat di Madinah

Rasulullah membina umat di Madinah dengan keteladanan. Langkah-langkah yang beliau ambil adalah sebagai berikut.

1.      Mempersaudarakan Kaum Muhajirin dan Ansar. Dengan demikian, akan timbul rasa saling asah, asih, ash seperti satu anggota keluarga. Berikut ini beberapa nama sahabat yang dipersaudarakan.

No

MUHAJIRIN

ANSAR

1

Abu Bakar As-Sidiq                                 

Kharijah bin Zuhair

2

Umar bin Khattab

Itbah bin Malik

3

Bilal bin Rabbah

Abu Ruwaihah

4

Amir bin Abdillah

Sa`ad bin Muadz

5

Abdur Rahman bin Auf

Sa`ad bin Rabi`

6

Zubair bin Awwam

Salamah bin Salamah

7

Usman bin Affan

Aus bin Sabit

8

Talhah bin Ubaidillah

Ka`bah bin Malik

9

Abu Huzaifah bin Utbah

Ubbah bin Bisyr

10

Ammar bin Yasir

Huzaifah bin Al-Yaman

 

2.      Keperwiraan Rasulullah SAW dalam memimpin perang. Keperwiraan berarti keberanian Rasulullah dalam beberapa perang yang diikutinya sebagai komandan perang yang gagah berani. Beberapa peperangan yang diikuti oleh Rasulullah.

a.       Perang Badar

Dimusim semi tahun 624 M, Rasulullah mendapatkan informasi dari mata-mata bahwa salah satu kafilah dagang Quraisy sedang menuju Mekah. Kafilah itu dipimpin oleh Abu Sufyan dengan penjagaan ketat karena membawa harta melimpah. Mengingat kafilah tersebut, Rasulullah mengumpulkan pasukan sejumlah 300 orang. Jumlah itu merupakan jumlah terbesar pasukan muslim yang pernah diterjunkan ke medan perang.

1.      Pergerakan menuju Badar. Rasulullah memimpin pasukannya sendiri dan membawa banyak panglima utama, termasuk pamannya, Hamzah. Ketika kafilah dagang Quraisy mulai mendekati Madinah, Abu Sufyan mulai mendengar rencana Rasulullah untuk menyerangny. Ia mengirim utusan yang bernama Damdam ke Mekah untuk memperingatkan kaumnya dan meminta bala bantuan. Kaum kafir Quraisy Mekah segera mempersiapkan pasukan sejunlah 900-1000 orang untuk melindungi kelompok dagang tersebut. Banyak bangsawan Quraisy yang ikut bergabun, diantaranya Amr bin Hisyam, Walid bun Utbah, Syaibah bin Rabi`ah, dan Ummatah bin Khalaf. Alasan keikutan mereka masing-masing berbeda. Beberapa ikut karena mempunyai bagia dari barang dagangan pada kafilah dagang tersebut, ada yang ikut untuk membalas dendam atas Ibnu Al-Hadrami, penjaga yang tewas di Nakhlah, dan sebagian kecil iku karena beharap untuk mendapatkan kemenangan yang mudah atas kaum muslim. Pada saat itu, pasukan Rasulullah mendekati tempat penyergapan yang telah direncanakan, yaitu di Sumur Badar. Sumur itu merupakan lokasi yang biasa menjadi rute perdagangan dari Suriah. Akan tetapi, beberapa orang petugas pengintai dari kafilah dagang Quraisy mengetahuinya. Akhirnya, Abu Sufyan langsung membelokkan arah kafilah menuju Yanbu.

 

2.      Rencana Pasukan Muslim

Pada tanggal 15 Maret 624 M, kedua pasukan telah berada kira-kira satu hari perjalanan dari Badar. Beberapa pejuang muslim (termasuk Ali bin Abi Thalib) yang berkuda di barisan depan, berhasil menangkap dua orang pembawa persediaan air dari pasukan Mekah di Sumur Badar. Hari berikutnya Rasulullah memerintahkan pasukannya untuk melanjutkan pergerakan ke Badar dan tiba di sana sebelum pasukan Mekah. Sumur Badar terletak di lereng yang landai di bagian timur suatu lembah yang bernama Yalyal. Bagian barat lembah dipagari oleh sebuah bukit bernama Aqanqal. Ketika pasukan muslim tiba dari arah timur, Rasulullah pertama-tama memilih menempatkan pasukannya pada sumur pertama yang dicapainya. Beliau memerintahkan agar umur-sumur yang lain ditimbuni sehingga pasukan Mekah terpaksa harus berperang melawan pasukan muslim untuk dapat memperoleh satu-satuna sumber air yang tersisa.

3.      Rencana Pasukan Mekah

Pada Perang Badar, pasukan Mekah berbeda dengan kebiasaan mereka sebelumnya. Menurut tradisi pada banyak suku Arab, mereka akan membawa istri dan anak-anak untuk memotivasi dan merawat mereka selama pertempuran. Namun, hal itu tidak mereka lakukan pada perang ini. Selain itu, kaum Quraisy juga hanya sedikit atau sama sekali tidak menghubungi suku-suku Badui sekutu mereka yang banyak tersebar di seluruh Hijaz. Kedua fakta itu memperlihatkan bahwa kaum Quraisy kekurangan waktu untuk mempersiapkan penyerangan tersebut karena tergesa-gesa untuk melindungi kafilah dagang mereka.

Ketika pasukan Mekah sampai di Juhfah, mereka menerima pesan dari Abu Sufyan bahwa kafilah dagang telah aman berada di belakang pasukan tersebut sehingga mereka dapat kembali ke Mekah. Pada saat itu, muncul pertentangan kekuasaan di kalangan pasukan Mekah. Amr bin Hisyam ingin melanjutkan perjalanan, tetapi beberapa suku termasuk Bani Zuhrah dan Bani Adi menginginkan segera kembali ke Mekah. Perwakilan Bani Hasyim yang juga enggan berperang melawan saudara sesukunya, turut pergi bersama kedua suku tersebut. Amr bin Hisyam tetap teguh dengan keinginannya untuk bertempur dan berseru, "Kita tidak akan kembali sampai kita berada di Badar." Pada masa itulah Abu Sufyan dan beberapa orang dari kafilah dagang turut bergabung dengan pasukan utama.

4.      Hari Pertempuran

Pada saat fajar tanggal   17 Maret 624 M,  pasukan Mekah membongkar kemahnya dan bergerak menuju lembah Badar. Karena turun  hujan   sehari   sebelumnya,   mereka  harus  berjuang  ketika membawa kuda-kuda dan unta-unta mereka mendaki Bukit Aqanqal. Mereka berhasil mencapai puncak bukit ketika matahari telah tinggi. Setelah menuruni Bukit Aqanqal, pasukan Mekah mendirikan kemah baru  di   dalam  lembah.   Saat  beristirahat,   mereka  mengirimkan seorang pengintai, yaitu Umair bin Wahab untuk mengetahui letak barisan-barisan pasukan muslim. Umair melaporkan bahwa pasukan Muhammad berjumlah kecil  dan tidak  ada pasukan pendukung lainnya yang akan bergabung dalam peperangan. Meskipun demikian, ia juga memperkirakan akan ada banyak korban dari kaum Quraisy jika terjadi penyerangan. Salah satu hadis menyampaikan bahwa ia melihat unta-unta Madinah yang penuh dengan hawa kematian. Hal itu makin menurunkan moral kaum Quraisy. Amr bin Hisyam mampu membangkitkan rasa harga diri kaum Quraisy dan menuntut mereka agar menuntaskan utang darah mereka.

Pertempuran diawali dengan majunya para pemimpin kedua pasukan untuk perang landing. Pasukan muslim mengirimkan Ali, Ubaidah bin al-Haris, dan Hamzah. Mereka berhasil menewaskan para pemimpin Mekah dalam perang landing tersebut meskipun Ubaidah mendapat luka yang serius.

Kedua pasukan mulai melepaskan anak panah ke arah lawannya. Sebelum pertempuran berlangsung, Rasulullah saw. telah memberikan perintah kepada kaum muslimin agar menyerang dengan senjata-senjata jarak jauh mereka. Jika musuh sudah dekat, barulah menggunakan senjata-senjata jarak dekat. Pasukan muslim mendesak barisan-barisan pasukan Quraisy. Besarnya kekuatan serbuan kaum muslim dapat dilihat pada beberapa ayat Al-Qur'an yang menyebulkan bahwa ribuan malaikat turun dari surga pada Pertempuran Badar untuk membinasakan kaum Quraisy. Pasukan Mekah yang kalah kekuatan dan tidak bersemangat dalam berperang segera kocar-kacir melarikan diri. Pertempuran itu sendiri berlangsung hanya beberapa jam.

5.      Korban dan Tawanan

Imam al-Bukhari menyebutkan bahwa dari pihak Mekah tujuh puluh orang tewas dan tujuh puluh orang tertawan. Korban pasukan muslim sebanyak empat belas orang tewas. Adanya lawanan dari pasukan Mekah menyebabkan terjadinya perbedaan pendapat di antara pasukan muslim. Kekhawatiran awal adalah pasukan Mekah akan menyerbu kembali dan kaum muslim tidak memiliki cukup orang untuk menjaga para tawanan. Sa'ad dan Umar berpendapat agar tawanan dibunuh, sedangkan Abu Bakar mengusulkan pengampunan. Akhirnya, Rasulullah saw. menyetujui usulan Abu Bakar.

Sebagian besar tawanan dibiarkan hidup. Ada beberapa alasan membiarkan mereka hidup. Pertama, sebagian karena alasan hubungan kekerabatan. Kedua, keinginan untuk menerima tebusan. Ketiga, harapan bahwa suatu saat mereka akan masuk Islam (dan memang kemudian sebagian melakukannya).

Setidak-tidaknya ada dua orang penting Mekah, yaitu Amr bin Hisyam dan Umayyah tewas pada saat atau setelah Perang Badar. Demikian pula, dua orang Quraisy lainnya yang pernah menumpahkan keranjang kotoran kambing kepada Rasulullah saw. saat beliau masih berdakwah di Mekah. Mereka dibunuh dalam perjalanan kembali ke Madinah. Bilal, bekas budak Umayyah, begitu berkeinginan membunuhnya sehingga bersama sekumpulan orang yang membantunya bahkan sampai melukai seorang muslim yang ketika itu sedang mengawal Umayyah.

Beberapa saat sebelum meninggalkan Badar, Rasulullah saw. memberikan perintah agar mengubur sekitar dua puluh orang Quraisy yang tewas ke dalam Sumur Badar. Beberapa hadis menyatakan bahwa kejadian ini menyebabkan kemarahan besar pada kaum Quraisy Mekah. Beberapa orang muslim yang baru saja ditangkap sekutu-sekutu Mekah dibawa ke kota itu dan dibunuh sebagai pembalasan atas kekalahan yang terjadi.

6.      Dampak Selanjutnya

Pertempuran Badar sangatlah berpengaruh atas munculnya dua orang tokoh yang akan menentukan arah masa depan Jazirah Arabia di abad selanjutnya. Tokoh pertama adalah Rasulullah saw. Dalam semalam statusnya berubah dari seorang buangan dari Mekah menjadi salah seorang pemimpin utama. Selama bertahun-tahun beliau menjadi sasaran cemoohan dan hinaan. Setelah keberhasilan yang hebat dan tak terduga itu, semua orang di Arabia harus menanggapinya secara serius. Peristiwa di Badar memaksa suku-suku Arab lainnya untuk mengakui kekuatan umat Islam sebagai salah satu penantang dan pewaris potensial terhadap kewibawaan dan peranan politik yang dimiliki oleh kaum Quraisy. Kemenangan di Badar juga membuat Rasulullah saw. dapat memperkuat posisinya di Madinah. Beliau memiliki kekuatan untuk mengusir Bani Qainuqa' dan Bani Nadir dari Madinah. Mereka adalah dua suku Yahudi Madinah yang sering mengancam stabilitas di Madinah.

Pada saat yang sama, Abdullah bin Ubay, seorang munafik pemimpin Bani Khazraj dan penentang Rasulullah saw. menyadari bahwa posisi politiknya di Madinah benar-benar melemah. la hanya mampu memberikan penentangan dengan pengaruh yang sangat terbatas kepada Rasulullah saw.

 

b.      Perang Uhud

Perang Uhud adalah pertempuran yang terjadi antara kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy pada tanggal 22 Maret 625 M (7 Syawal 3 H). Pertempuran ini terjadi setahun setelah Perang Badar. Tentara Islam berjumlah 700 orang, sedangkan tentara kafir berjumlah 3.000 orang. Tentara Islam dipimpin langsung oleh Rasulullah saw., sedangkan tentara kafir dipimpin oleh Abu Sufyan. Disebut Perang Uhud karena terjadi di dekat Bukit Uhud yang terletak 4 mil dari Masjid Rasulullah.

Rasulullah saw. menempatkan pasukan sayap kanan di kaki Bukit Uhud, sedangkan pasukan sayap kiri di kaki Bukit Ainain. Sayap kanan pasukan muslim aman karena terlindungi oleh Bukit Uhud, sedangkan sayap kiri pasukan muslim berada dalam bahaya karena musuh bisa memutari Bukit Ainain dan menyerang dari belakang. Untuk mengatasi hal itu, Rasulullah saw. menempatkan 50 pemanah di Ainain di bawah pimpinan Abdullah bin Zubair. Mereka diperintahkan agar tetap berada di tempat masing-masing, kecuali jika pasukan muslimin mengalami kekalahan. Dalam perang ini terdapat 14 wanita muslimah yang bertugas memberi air bagi yang haus, membawa yang terluka keluar dari pertempuran, dan mengobati luka tersebut. Di antaranya adalah Fatimah, putri Rasulullah saw.

Tentara Quraisy berkemah satu mil di selatan Bukit Uhud. Abu Sufyan mengelompokkan pasukannya menjadi infantri di bagian tengah dan dua sayap kavaleri di samping. Sayap kanan dipimpin oleh Khalid bin Walid dan sayap kiri dipimpin oleh Ikrimah bin Abu Jahal, masing-masing berkekuatan 100 orang. Ami bin al-As ditunjuk sebagai panglima bagi kedua sayap. Abu Sufyan juga menempatkan 100 pemanah di barisan terdepan. Bendera Quraisy dibawa oleh Talhah bin Abu Talhah.

Sebab-sebab kekalahan Perang Uhud, di antaranya sebagai berikut.

1)      Tentara panah yang berjumlah 50 orang tidak taat kepada Rasulullah saw.

2)      Adanya kaum munafik sebanyak 300 orang yang dipimpin oleh Abdullah bin Ubay yang mundur tidak mau berperang.

3)      Terjadinya perbedaan pendapat antara kaum tua dan muda tentang tempat peperangan. Kaum muda ingin berperang di luar kota, sedangkan kaum tua ingin bertahan di dalam Kota Madinah.

 

c.       Perang Khandaq

Pertempuran Khandaq terjadi pada bulan Syawal tahun 5 Hijriah atau pada tahun 627 Masehi. Pada perang ini terjadi pengepungan Kota Madinah oleh pasukan gabungan (ul-ahzab). Oleh karena itu. perang ini juga disebut Perang Ahzab. Untuk melindungi Madinah dari serangan gabungan maka dibuatlah parit (khandaq) sebagai strategi berperang. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari serbuan langsung dari pasukan gabungan Quraisy. Strategi itu belum pernah dikenal masyarakat Arab sebelumnya. Usulan itu berasal dari Salman al-Farisi, seorang sahabat dari Persia. Penggalian pant dilakukan di bagian utara Madinah selama sembilan/sepuluh hari.

Pasukan gabungan datang dengan kekuatan 10.000 pasukan yang siap berperang. Mereka membuat kemah di bagian utara Madinah karena tempat itu paling tepat untuk melakukan perang.

Pada Perang Khandaq, terjadi pengkhianatan dari kaum Yahudi Bani Quraizah. Mereka menyelisihi perjanjian yang telah disetujui sebelumnya untuk mempertahankan Kota Madinah.

Pengepungan pasukan Ahzab berlangsung selama satu bulan penuh. Na'imbinMas'udal-Asyja'i yang telah memeluk lslam tanpa sepengetahuan pasukan Ahzab dengan keahliannya memecah belah pasukan gabungan. Kemudian, Allah swt. mengirimkan angin yang memorakporandakan kemah pasukan gabungan. Angin tersebut memecahkan periuk-periuk dan memadamkan api mereka. Akhirnya, pasukan gabungan kembali ke rumah mereka dengan kegagalan menaklukkan Kota Madinah.

d.      Pembebasan Kota Mekah

Pembebasan Kota Mekah (Fathu Makkah) merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630. tepatnya pada tanggal 10 Ramadan. 8 H. Pada saat itu Rasulullah saw. beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekah. Beliau berhasil menguasai Mekah secara keseluruhan dan sekaligus menghancurkan semua berhala yang ada di sekitar Ka'bah.

Penyebab terjadinya Fathu Makkah adalah kafir Quraisy merusak perjanjian yang telah disepakati kafir Quraisy Mekah dengan umat Islam Madinah. Pada tahun 628 M, antara kafir Quraisy Mekah dan muslim Madinah menandatangani Perjanjian Hudaibiyah. Pada awalnya. hubungan keduanya lebih baik daripada sebelumnya. Mereka saling menyetujui gencatan senjata. Namun, perjanjian itu akhirnya dirusak oleh kafir Quraisy. Kafir Quraisy dengan sekutunya Bani Bakr menyerang Bani Khuza'ah yang merupakan sekutu muslim.

Abu Sufyan, kepala suku Quraisy di Mekah, pergi ke Madinah untuk memperbaiki perjanjian yang telah dirusak itu, tetapi Rasulullah saw. menolak. Abu Sufyan pun pulang dengan tangan kosong. Rasulullah saw. segera mengerahkan sekitar 10.000 pasukan muslim menuju Mekah. Ketika sampai di Zu Tuwa, beliau membagi pasukan menjadi tiga bagian berikut panglimanya masing-masing. Mereka adalah sebagai berikut.

1)      Khalid bin Walid memimpin pasukan untuk memasuki Mekah dari bagian bawah.

2)      Zubair bin Awwam memimpin pasukan memasuki Mekah bagian atas dari Bukit Kada' dan menegakkan bendera di al-Hajun.

3)      Abu Ubaidah bin al-Jarrah memimpin pasukan dari tengah-tengah lembah hingga sampai ke Mekah.

Gelar pasukan itu mengakibatkan kafir Quraisy segera menyerah secara damai. Rasulullah saw. bermurah hati kepada penduduk Mekah. Beliau memaafkan orang-orang yang dahulu telah menganiaya dirinya. keluarganya, dan para sahabatnya.

 

C.   Wafat Rasulullah saw.

Menjelang wafatnya, Rasulullah saw. mengalami sakit yang cukup berat. Beliau meminta kerelaan istri-istrinya yang lain untuk dirawat di rumah Aisyah. Beliau meminta Abu Bakar as-Siddiq untuk memimpin salat jamaah. Keadaan itu membuat kaum muslimin cemas dan khawatir jika Rasulullah saw. sampai meninggal. Ketika Rasulullah saw. mengetahui kecemasan kaum muslimin, beliau berusaha menjumpai mereka. Dengan dipapah oleh Ali bin Abi Talib, beliau bersabda, "Wahai manusia! Saya mendengar bahwa kalian merasa cemas jika sampai Rasulullah meninggal dunia. Pernahkah ada seorang Rasulullah yang hidup selamanya? Kalau ada, saya juga akan hidup selamanya! Saya akan menemui Allah dan kamu akan menyusulku."

Rasulullah saw. meninggal pada tanggal 12 Rabiulawal tahun ke-11 Hijriah, bertepatan dengan 8 Juni 632 M setelah mengalami sakit selama 13 hari. Beliau meninggal dalam usia 63 tahun menurut perhitungan tahun Hij­riah. Beliau meninggal di rumah Aisyah binti Abu Bakar dan dikuburkan di sana. Di antara sahabat yang ikut memandikan beliau adalah Abbas bin Abdul Muttalib, Ali bin Abi Talib, Fadal bin Abbas, Usamah bin Zaid, dan Syuqran.

Banyak di antara sahabat dan kaum muslimin yang tidak percaya bahwa Rasulullah saw. meninggal. Bahkan, Umar bin Khattab sangat marah ketika mendengar kabar bahwa Rasulullah saw. telah meninggal. la berkata, "Ada orang yang telah menyatakan Rasulullah meninggal! Sesungguhnya, demi Al­lah, beliau tidak meninggal, tetapi hanya pergi menghadap Tuhannya, sebagaimana Rasulullah Musa pun pernah pergi menghadap Tuhan. Demi Allah, Rasulullah akan kembali." Kemudian, Abu Bakar membenarkan berita meninggalnya Rasulullah saw. itu seraya membacakan firman Allah dalam Surah Ali 'Imran Ayat 144. Setelah itu barulah Umar bin Khattab percaya. Firman Allah swt. tersebut berbunyi sebagai berikut.

 
  clip_image002
 

 

 


Artinya:

Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad) ? Barang siapa berbalik ke belakang, maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur. (Q.S. Ali 'Imran/3:144)

Beliau meninggalkan dua pusaka yang tidak akan lekang oleh panas dan tidak akan lapuk oleh hujan. Itulah Al-Qur'an dan hadis dari Rasulullah saw.

 

 

 

 

 

 

Uji Kompetensi

A.    Berilah tanda silang (X) pada hruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang paling benar.

1.      Sikap penduduk Mekah terhadap dakwah Rasulullah saw. adalah ....

a.       semua menolak

b.      semua menerima

c.       sebagian kecil menolak

d.      ada yang langsung menerima dan ada yang langsung menolak

e.       hampir seluruhnya menerima

2.      Paman Rasulullah saw. yang sangat benci terha­dap Islam adalah ....

a.       Abu Talib

b.      Abu Lahab             

c.       Abbas

d.      Hamzah

e.       Ja'far

3.      Hasutan Abu Lahab selalu diperkuat oleh istri-nya yang bernama ....

a.       Umi Salamah        

b.      Ummu Aiman        

c.       Ummu Jamil

d.      Ummu Lahab

e.       Ummu Kulsum

4.      Berikut ini  adalah sahabat yang menemani Rasulullah saw. hijrah ke Madinah ....

a.       Abu Bakar as-Siddiq

b.      Abdur Rahman bin Auf

c.       Umar bin Khattab

d.      Ali bin Abi Talib

e.       Abdullah bin Umar

 

 

5.      Berikut ini adalah sahabat yang dipersaudarakan oleh Rasulullah saw., kecuali....

a.       Abu Bakar dan Kharijah bin Zuhair

b.      Umar bin Khattab dan Itbah bin Malik

c.       Bilal bin Rabah dan Abu Ruwaihah

d.      Amir bin Abdillah dan Sa'ad bin Muaz

e.       Ali bin Abi Talib dan Abdullah bin Zubair

6.      Peperangan yang pertama kali  diikuti  oleh Rasulullah saw. adalah Perang ....

a.       Uhud

b.      Badar

c.       Khandaq

d.      Tabuk

e.       Hunain

7.      Pahlawan Quraisy yang terbunuh dalam perang tanding di Badar ialah ....

a.       Syaibah bin Rabi'ah

b.      Ubaidah bin Haris

c.       Ali bin Abi Talib

d.      Hamzah bin Abdul Muttalib

e.       Umar bin Khattab

8.      Pahlawan kaum muslimin yang mengikuti pe­rang landing di Badar ialah ....

a.       Utbah

b.      Syaibah bin Haris

c.       al-Walid bin Utbah

d.      Usman bin Affan

e.       Umar bin Khattab

9.      Pemimpin kaum munafik yang mengundurkan diri dalam Perang Uhud adalah ....

a.       Abdullah bin Saba'

b.      Abdullah bin Ubay

c.       Abdullah bin Salim

d.      Umayyah bin Khalaf

e.       Abdullah bin Zubair

10.  Pahlawan Quraisy yang terbunuh dalam perang tanding di Badar adalah ....

a.       Abu Sofyan bin Harb

b.      Haris bin Talhah

c.       Talhah bin Ubaidillah

d.      Umar bin Wahab

e.       al-Walid bin Utbah

11.  Pahlawan kaum muslimin yang gugur dalam Perang Uhud adalah ....

a.       AH bin Abi Talib

b.      Hamzah bin Abdul Muttalib

c.       Sa'ad bin Abi Waqas

d.      Asim bin Sabit

e.       Umar bin Khattab

12.  Yang membunuh Aswad bin Abdul As'ad ada­lah ....

a.       Ali bin Abi Talib

b.      Hamzah bin Abdul Muttalib

c.       Ubaidah bin Haris

d.      Umar bin Khattab

e.       Usman bin Affan

13.  Pasukan berkuda kafir Quraisy yang dapat melumpuhkan pertahanan Islam dalam Perang Uhud dipimpin oleh ....

a.       Abu Jahal

b.      Abu Sufyan

c.       Khalid bin Walid

d.      Utbah bin Rabi'ah

e.       Kilab bin Talhah

14.  Pada waktu Rasulullah saw. sedang sakit, yang menjadi imam salat jamaah adalah ....

a.       Abu Bakar as-Siddiq

b.      Umar bin Khattab

c.       Hafsah binti Umar

d.      Saudah binti Zam'ah

e.       Usman bin Affan

15.  Ketika sakitnya makin berat, Rasulullah saw. meminta kerelaan istri-istrinya yang lain untuk dirawat di rumah ....

a.       Maimunah

b.      Aisyah

c.       Hafsah binti Umar

d.      Saudah binti Zam'ah

e.       Zainab binti Rawahah

16.  Rasulullah saw. meninggal pada tanggal 12 Rabiulawal tahun ke-11 Hijriah,  bertepatan dengan tanggal ... Juni 632 M.

a.       6

b.      7

c.       8

d.      9

e.       10

17.  Berikut  ini  adalah  yang  ikut  memandikan jenazah Rasulullah saw., kecuali...!

a.       Abbas bin Abdul Muttalib

b.      AH bin Abi Talib

c.       Usaniah bin Zaid

d.      Zaid bin Harisah

e.       Qustam bin Abbas

18.  Yang dapat menenangkan keguncangan para sahabat ketika Rasulullah saw. meninggal ada­lah ....

a.       AH bin Abi Talib

b.      Usnian bin Affan

c.       Zubair bin Awwam

d.      Abu Bakar as-Siddiq

e.       Abbas bin Abdul Muttalib

19.  Kaum muslimin menjadi tenang atas mening-galnya Rasulullah saw. setelah dibacakan Al-Qur'an Surah Ali 'Imran Ayat....

a.       140

b.      144

c.       145

d.      150

e.       155

20.  clip_image004Ayat tersebut bermakna ....

a.       sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul

b.      Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul

c.       apakah jika dia meninggal atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang

d.      barang siapa yang berbalik ke belakang, ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah

e.       Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur

 

B.     Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat!

  1. Berapa lama dakwah secara sembunyi-sembunyi   dan   terang-terangan  yang   dilakukan Rasulullah saw. di Mekah?
  2. Jelaskan dampak politik kemenangan kaum muslimin dalam Perang Badar!
  3. Sebutkan sebab-sebab kekalahan kaum musli­min dalam Perang Uhud!
  4. Jelaskan korban dan tawanan dalam peristiwa Perang Badar!
  5. Jelaskan maksud dan tujuan Rasulullah saw. mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Ansar!
  6. Jelaskan alasan Rasulullah saw. melakukan pembukaan Kota Mekah!
  7. Sebutkan lima orang sahabat yang ikut memandikan jenazah Rasulullah saw.!
  8. Jelaskan kronologi terjadinya Perang Khandaq!
  9. Jelaskan upaya Abu Bakar as-Siddiq dalam menenangkan situasi umat Islam sewaktu Rasu­lullah saw. meninggal!
  10.  
      clip_image006
     

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar/Remidi anda :