Kamis, Oktober 04, 2012

Riset Untuk Semua

Bra Penampung Asi Bagi Wanita Karir sebuah Rekayasa Teknologi karya Devika Asmi Pandanwangi Siswa Kelas XI.IPA.6 SMA Negeri 6 Yogyakarta

clip_image001

KARYA ilmiah yang diusung siswa SMA 6 Yogyakarta dalam lomba riset bertaraf nasional itu terbilang orisinal, yakni bra penampung dan pensteril air susu ibu (ASI). Sesuai namanya, alat ini berfungsi menampung ASI yang kadang terbuang sia-sia, dan menjaganya tetap steril. Ide pembuatan alat itu terdorong dari rasa sayang Devika kepada sosok yang sudah melahirkan ia dan kedua adiknya.

“Saya kasihan tiap kali melihat Mama kerepotan menyusui adik saya yang bungsu. Air susunya kerap merembes dan membasahi baju,” tutur anak sulung pasangan Didik Asmiarto dan Epi Winarti tersebut, Senin (1/10).

Setahun lalu, konsep gagasan itu dia tuangkan dalam sebuah karya ilmiah. Beberapa bulan kemudian, datang pengumuman dari pihak sekolah tentang informasi NYIA yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, gadis kelahiran Yogyakarta, 8 Juli 1995 itu pun ikut mendaftar, dan mengirim makalahnya ke panitia.

Setelah diseleksi, nama Devika muncul sebagai salah satu finalis. Pertengahan tahun lalu, gadis berlesung pipit ini mulai mewujudkan penelitiannya di bawah bimbingan Wakil Kepala Sekolah Bidang Litbang Rudi Prakanto. Seluruh proses dia kerjakan di rumah, Jalan Soga 44 Celeban, Umbulharjo, Yogyakarta.

Selama proses penelitian, Devika mengaku kesulitan membagi jadwal sekolah. Terlebih saat itu sedang digelar ujian mid semester. Namun, pihak sekolah memberi keringanan berupa ujian susulan.

Butuh waktu sekitar tiga minggu baginya untuk membuat prototipe bra tersebut. Karya itu selanjutnya dipajang dalam pameran NYIA di Gedung Widya Graha LIPI Jakarta, 25-26 September 2012. Alat peraga kreasi Devika akhirnya dinobatkan oleh dewan juri sebagai juara I, mengalahkan 24 finalis lain se-Indonesia.     Atas prestasi gemilang itu, Devika memboyong hadiah medali dan uang pembinaan Rp 8 juta. Dia juga berkesempatan mengikuti ajang lomba serupa tingkat ASEAN yang akan digelar di Malaysia tahun 2013.

Diakuinya, sosok ibu memiliki peran sangat besar dalam penelitian ini. Tidak hanya inspirator, mamanya yang merupakan ibu rumah tangga juga rela menjadi “kelinci percobaan”.  “Sebelum dibawa ke Jakarta, alat itu saya cobakan dulu ke Mama,” ujar siswi berkacamata itu sembari terkekeh.

Bra penampung dan pensteril ASI karyanya terdiri atas komponen cup, kantong khusus ASI, silikon, selang, aluminium foil, dan sabuk. Devika mengaku awalnya kebingungan mencari tempat yang menjual bahan-bahan tersebut. Tapi setelah berkonsultasi dengan guru pembimbing, diperoleh referensi bahan itu banyak tersedia di toko alat kesehatan.  

Kelebihan bra penampung ASI buatan Devika terletak pada cup yang dimodifikasi dengan bahan tambahan selang dan silikon, serta aluminium foil untuk menjaga netralitas suhu ASI agar sama dengan temperatur tubuh. Prototipe bra juga dilengkapi sabuk agar tidak mudah lepas sehingga pengguna merasa nyaman.

Volume ASI yang dapat ditampung 80 CC, dengan daya tahan sekitar empat jam. Respons publik atas alat ini cukup positif. Dia menuturkan, saat pameran lalu banyak ibu-ibu tertarik dan bertanya tentang alat tersebut. Bahkan ada pemodal yang mau bekerja sama untuk memproduksi secara massal.

Namun, Devika masih berkonsentrasi untuk menyempurnakan protipe. Beberapa komponen yang akan diperbaiki antara lain pelapis aluminium foil dan pengganti bahan penghubung selang yang sekarang masih menggunakan kaca. Jika ke depan jadi dilakukan produksi massal, Devika berharap alat ciptaannya bisa bermanfaat bagi ibu menyusui, terutama wanita karier.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar/Remidi anda :